Program Kepemimpinan Penerapan Pembelajaran Terdiferensiasi (Transformasi Kepala SMA Plus Citra Madinatul Ilmi)

Artikel Ilmiah 3 November 2026 YAYASAN CITRA BABUR RAHMAN MADINATUL ILMI 7 views

Program Kepemimpinan Penerapan Pembelajaran Terdiferensiasi (Transformasi Kepala SMA Plus Citra Madinatul Ilmi)

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang mengakomodasi dari semua perbedaan murid, terbuka untuk semua dan memberikan kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan oleh setiap individu. Keberagaman dari setiap individu murid harus selalu diperhatikan, karena setiap peserta didik tumbuh di lingkungan dan budaya yang berbeda sesuai dengan kondisi geografis tempat tinggal mereka.

Pembelajaran dilakukan dengan beragam cara untuk memahami informasi baru bagi semua murid dalam komunitas ruang kelasnya yang beraneka ragam, termasuk cara untuk: mendapatkan konten; mengolah, membangun, atau menalar gagasan; dan mengembangkan produk pembelajaran dan ukuran evaluasi sehingga semua murid di dalam suatu ruang kelas yang memiliki latar belakang kemampuan beragam bisa belajar dengan efektif. Selain itu juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya. Strategi Pembelajaran berdiferensiasi ada 4 yaitu: diferensiasi konten, diferensiasi proses, diferensiasi produk dan diferensiasi lingkungan belajar yang kondusif.

Pembelajaran berdiferensiasi mengakomodir kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil, karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar.

Mengapa karya inovasi praktik baik ini Sangat Penting yaitu terkait dengan “Program Transformatif Kepala Sekolah dalam Kepemimpinan Penerapan Pembelajaran Terdiferensiasi” yang sudah saya programkan dan terapkan di SMA Plus Citra Madinatul Ilmi?. Jika melihat dan mengalisis pertanyaan tersebut saya akan menjawab sesuai dengan latar belakang pemikiran masalah yang saya pikirkan pada saat saya ingin mencanangkan program kepemimpinan untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi tersebut di SMA Plus Citra Madinatul Ilmi. Program kepemimpinan penerapan pembelajaran berdiferensiasi sangat penting dikarenakan program tersebut dapat mengakomodir tanggung jawab guru mengajar dan hak peserta didik dalam pembelajaran. Bukan itu saja, program kepemimpinan tersebut juga merupakan sebuah program inovatif dan kreatif upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas profesional kepala sekolah dan guru yang ada pada lingkungan SMA Plus Citra Madinatul Ilmi agar kami bisa menerapkan beberapa program pembelajaran yang didalamnya sudah terdapat elemen-elemen pembelajaran terdiferensiasi, sehingga peserta didik memiliki motivasi tinggi dalam belajar dan peserta didik merasa aman, nyaman, sekaligus menyenangkan ketika mereka melakukan proses kegiatan belajar mengajar didalam kelas maupun diluar kelas bersama gurunya.

Peran dan tanggung jawab saya dalam praktik baik ini adalah sebagai pelopor program penerapan pembelajaran berdiferensiasi dikarenakan saya adalah kepala sekolah pada satuan pendidikan SMA Plus Citra Madinatul Ilmi dan saya juga merupakan salah satu kepala sekolah yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan Kota Banjarbaru. Dengan tekad yang tinggi bersama guru-guru, yayasan, pengawas pembina dinas pendidikan provinsi Kalimantan Selatan dan stake holder Pendidikan lainya saya memprogramkan “Program Kepemimpinan Penerapan Pembelajaran Terdiferensiasi (Transformasi Kepala SMA Plus Citra Madinatul Ilmi)”

Pada Best Practice tersebut saya selaku kepala sekolah Satuan Pendidikan SMA Plus Citra Madinatul Ilmi Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan menguraikan beberapa terobosan terkait dengan “Program Kepemimpinan Penerapan Pembelajaran Terdiferensiasi (Transformasi Kepala SMA Plus Citra Madinatul Ilmi)” yang sudah saya programkan/canangkan sekaligus sudah saya terapkan bersama dewan guru SMA Plus Citra Madinatul Ilmi dan mendapat respon yang sangat baik dari wali murid, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, sekolah-sekolah lain yang telah kami imbaskan melalui Implementasi Kurikulum Merdeka dan pihak Yayasan Citra Baburrahman Madinatul Ilmi

Pada program-program tersebut (Program Inovatif dan Kreatif Kepemimpinan Penerapan Pembelajaran Terdiferensiasi) sebagaimana yang sudah saya/sekolah terapkan sangat membuahkan hasil positif dan signifikan untuk memperbaiki kualitas pedagogik dewan guru SMA Plus Citra Madinatul Ilmi untuk meningkatkan Profesionalismenya untuk menerapkan pembelajaran yang berdiferensasi.

Pada Best Practice tersebut saya selaku kepala sekolah Satuan Pendidikan SMA Plus Citra Madinatul Ilmi Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan menguraikan beberapa terobosan terkait dengan “Program Kepemimpinan Penerapan Pembelajaran Terdiferensiasi (Transformasi Kepala SMA Plus Citra Madinatul Ilmi)” yang sudah saya programkan/canangkan sekaligus sudah saya terapkan bersama dewan guru SMA Plus Citra Madinatul Ilmi dan mendapat respon yang sangat baik dari wali murid, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, sekolah-sekolah lain yang telah kami imbaskan melalui Implementasi Kurikulum Merdeka dan pihak Yayasan Citra Baburrahman Madinatul Ilmi

Pada program-program tersebut (Program Inovatif dan Kreatif Kepemimpinan Penerapan Pembelajaran Terdiferensiasi) sebagaimana yang sudah saya/sekolah terapkan sangat membuahkan hasil positif dan signifikan untuk memperbaiki kualitas pedagogik dewan guru SMA Plus Citra Madinatul Ilmi untuk meningkatkan Profesionalismenya untuk menerapkan pembelajaran yang berdiferensasi.

Deskripsi program-program inovatif dan kreatif kepemimpinan penerapan pembelajaran terdiferensiasi tersebut dapat diuraikan dengan penjelasan sebagai berikut:


Program Kepemimpinan 1: Asesmen Diagnostik Non-Kognitif

Kepala sekolah menghimbau seluruh guru untuk melakukan asesmen diagnostik non-kognitif terlebih dahulu sebelum melakukan proses pembelajaran yang berdiferensiasi di kelas maupun diluar kelas dan sebelumnya seluruh guru pada SMA Plus CitraMadinatul Ilmi telah diberikan pelatihan berupa IHT Implementasi Kurikulum Merdeka. Sebagaimana yang kita ketahui bahwasanya tujuan dari asesmen diagnostik non-kognitif yaitu untuk:

  1. Mengetahui kesejahteraan psikologi dan sosial emosi siswa
  2. Mengetahui aktivitas selama belajar di rumah
  3. Mengetahui kondisi keluarga siswa
  4. Mengetahui latar belakang pergaulan siswa
  5. Mengetahui gaya belajar, karakter serta minat siswa

Dari program kepemimpinan 1 yang sudah saya programkan dan alhamudulillah sudah dilaksanakan penerapanya oleh seluruh guru SMA Plus Citra Madinatul Ilmi dapat mengakomodir data peserta didik berdasarkan asesmen diagnostik non-kognitif, sehingga kedepanya guru-guru bisa mengatur strategi untuk melakukan penerapan pembelajaran secara diferensiasi yang tujuanya adalah menyajikan pembelajaran yang proaktif, menekankan kualitas daripada kuantitas dan berorientasi pada peserta didik.

Program Kepemimpinan 2: Penerapan 4 Elemen Pembelajaran Terdiferensiasi

Pada program kepemimpinan 2, saya sebagai kepala sekolah melakukan himbauan sekaligus melakukan monitoring dan evaluasi penerapan pembelajaran berdiferensiasi di kelas maupun diluar sekolah yang dilakukan oleh guru ketika mereka melakukan proses pembelajaran terdiferensiasi berdasarkan 4 elemen, sebelumnya seluruh guru SMA Plus Citra Madinatul Ilmi sudah mengikuti workshop/IHT terkait dengan pemaparan atau penerapan elemen-elemen pembelajaran berdiferensiasi.

Program penerapan 4 elemen pembelajaran terdiferensiasi yang dilakukan oleh guru SMA Plus Citra Madinatul Ilmi pada best practice tersebut menjelaskan beberapa hal sebagai berikut:


Konten

Pada elemen konten pembelajaran terdiferensiasi dimana guru menyiapkan materi yang akan diajarkan di kelas atau materi apa yang akan dipelajari peserta didik di kelas mencakup beberapa hal sebagai berikut:

  1. Menyajikan materi yang bervariasi
  2. Menggunakan kontrak belajar
  3. Menyediakan pembelajaran mini
  4. Menyajikan materi dengan berbagai moda pembelajaran
  5. Menyediakan Berbagai sistem yang mendukung


Proses

Pada elemen proses pembelajaran terdiferensiasi dimana guru melakukan proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan peserta didik di kelas mencakup beberapa hal yang harus guru siapkan dan terapkan agar pembelajaran berdiferensiasi kepada peserta didik mengalami proses sebagai berikut:

  1. Bermakna bagi peserta didik
  2. Merupakan pengalaman belajar
  3. Kontekstual dengan kehidupan sehari-hari
  4. Menyajikan materi dengan berbagai moda pembelajaran
  5. Menyediakan berbagai sistem yang mendukung


Produk

Pada elemen proses pembelajaran terdiferensiasi dimana guru melakukan proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan peserta didik di kelas mencakup beberapa hal yang harus guru siapkan dan terapkan agar pembelajaran berdiferensiasi kepada peserta didik mengalami proses sebagai berikut:

  1. Menunjukkan kemampuan pengetahuan
  2. Menunjukkan Kemampuan keterampilan dan pemahaman
  3. Produk sifatnya sumatif dan perlu diberi nilai


Lingkungan Belajar yang Kondusif

Pada elemen lingkungan belajar yang kondusif terkait dengan pembelajaran terdiferensiasi, dimana guru menciptakan suasana kegiatan belajar mengajar yang kondusif dan mewakili hak karakteristik peserta didik sekaligus menghasilkan psikologi peserta didik sebagai berikut:

  1. Peserta didik memiliki motivasi tinggi dalam belajar
  2. Peserta didik merasa aman, nyaman, dan menyenangkan


Aksi (sinopsis konten best practice) dan Refleksi

Kondisi nyata, tantangan, refleksi, strategi sekaligus implementasi dan hasil karya inspiratif dengan penjelasan secara detail sebagai berikut:


Kondisi Nyata dan Tantangan

Kondisi nyata dan tantangan yang saya hadapi pada saat melakukan atau ketika ingin menerapkan program pembelajaran yang berdiferensiasi yaitu bagaimana cara mengubah paradigma dewan guru SMA Plus Citra Madinatul Ilmi agar mereka bisa melakukan pembelajaran yang memihak ke seluruh peserta didik. Dari kondisi yang nyata dan tantangan tersebutlah saya terpacu untuk membuat program kepemimpinan yang inovatif dan kreatif bersama seluruh guru SMA Plus Citra Madinatul Ilmi dalam penerapan pembelajaran terdiferensiasi. Dari situlah semangat saya bertambah karena melibatkan seluruh guru dan mereka pun mengeluarkan ide-ide yang sangat cemerlang untuk menerapkan pembelajaran yang terdiferensiasi.


Refleksi dan Strategi

Refleksi dan strategi yang saya lakukan bersama guru adalah membuat program kokurikuler berupa modul projek, field trip dan program pembelajaran inovatif dan kreatif lainya yang dilakukan didalam kelas maupun diluar kelas. Dari refleksi dan strategi yang sudah saya lakukan bersama dewan guru SMA Plus Citra Madinatul Ilmi terkait dengan penerapan pembelajaran terdiferensiasi ke peserta didik menghasilkan sebuah terobosan-terobosan baru yang membuat peserta didik memiliki motivasi tinggi dalam belajar dan peserta didik merasa aman, nyaman, dan menyenangkan. Kemudian wali murid sangat merespon baik tentang program-program pembelajaran berdiferensiasi tersebut. Dikarenakan program-program pembelajaran tersebut sangat memihak kepada peserta didik berdasarkan karakteristiknya masing-masing.

Bukan sampai disitu saja, bahkan SMA Plus Citra Madinatul Ilmi yang merupakan salah satu sekolah yang ada di provinsi Kalimantan Selatan kota Banjarbaru sudah melakukan pengimbasan pembelajaran terdiferensiasi melalui implementasi kurikulum merdeka ke beberapa sekolah yang berada di provinsi Kalimantan Selatan dan diluar provinsi Kalimantan Selatan.


Implementasi dan Hasil Karya Inspirasi

Implementasi dan hasil karya inspirasi sebagaimana yang tertuang pada best practice tersebut terkait dengan program kepimimpinan pembelajaran untuk penerapan pembelajaran berdiferensiasi di SMA Plus Citra Madinatul Ilmi dengan implementasi dan hasil karya diantaranya sebagai berikut:

  1. Peserta didik melakukan pembelajaran yang proaktif didalam kelas maupun diluar kelas.
  2. Peserta didik menghasilkan Produk Sabun Herbal Ramah Lingkungan (SABIRA).
  3. Peserta didik menghasilkan Produk Ecoprint Totalitas Terampil dan Islami berupa sapu tangan, taplak meja dan kain bahan bercorak daun (ECTOTERMIS).
  4. Peserta didik menghasilan kerajinan tangan berupa kreasi tas purun.
  5. Peserta didik melakukan pendulangan intan dan menghasilkan kerajinan tangan berupa pembuatan bando mahkota dari batu alam.
  6. Peserta didik melakukan program literasi berbasis digital.
  7. Peserta didik melakukan program public dan real speaking (berbahasa Inggris dan Arab).
  8. Peserta didik melestarikan kesenian tradisional berupa atraksi/penampilan Sinoman Hadrah Bernapaskan Islam Khas Banjar.
  9. Peserta didik melakukan siaran berita dengan menggunakan bahasa Inggris.
  10. Dan lain-lain


Nama : Indra Wijaya, MA

Provinsi/Kota : Kalimantan Selatan/Banjarbaru

Satuan Pendidikan : SMA Plus Citra Madinatul Ilmi

Email : wijayaindra406@yahoo.com

Bagikan: